Kamis, 30 Juli 2009

Kapankah Islam kan jaya/berkuasa dimuka bumi















Kapankah Islam kan jaya/berkuasa dimuka bumi sebagimana yang telah Allah janjikan Didalam surat An Nur (24) : 55

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Cirri-ciri dari mereka yang akan dimenengkan oleh Allah adalah :

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui Al Maidah (5) : 54

“Para Penegak Kebenaran Ini Akan Terus Allah sebarkan dimuka bumi hingga Akhir Zaman.”

Itulah cirri-ciri mereka, akan tetapi kalau ditanya Kapan ! maka hal ini perlu pembahasan yang rumit dan sangat susah dijawab mengenai kapannya karena hal ini adalah suatu bahasan mengenai Qudrat allah sebagi penentu dan sama sekali tidak bisa kita prediksikan kapankah datangnya waktu itu.

Namun demikian kita bisa melihat tanda-tanda kemenangan itu kan muncul dari beberapa hal berikut :

1. Apabila Jumlah kaum Muslimiin yang berkualitas sudah mencapai 1 : 9

Hai Nabi, Kobarkanlah semangat Para mukmin untuk berperang. jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti[623]. -Al Anfaal (8) : 65-


• Pada peperangan Badar, Jumlah kaum muslimin pada waktu itu lebih sedikit dibandingkan jumlah kaum kafir Quraisy. Akan tetapi dikarenakan kwalitas keimanan mereka sangat baik maka Allah menangkan mereka “Mereka lebih memilih berperang menghadapi musuh mengorbankan nyawa di Badr dibandingkan Harta, yaitu merempas pasukan Abu sufyan yang membawa barang dagangan.

• Pada Peperangan Hunain, Jumlah Kaum Muslimiin pada waktu itu lebih banyak akan tetapi Pada pertempuran pertama, mereka dikalahkan musuh akan tetapi berhasil menang setelah kaum muslimin merapatkan lagi barisan meskipun jumlah mereka sedikit. At taubah (9) : 25)

• Pada perang Uhud, Kaum muslimin dikalahkan musuh dikarenakan ketidak taatan kepada perintah Rasulullah Saw.

Cukuplah dari ketiga contoh tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa kemenangan islam itu bisa diperoleh meskipun jumlah mereka sedikit. Dan tidak tergantung kepada kuantitas. 1 orang mukmin yang berkualitas mampu mengalahkan 10 atau 9 orang kafir dalam peperangan.

Kuantitas mukmin yang berkualitas saat ini belum mencapai 1:9, Hal ini bisa kita riset, dari :

• Solat Berjamaah
• Orang yang Paham Al qur’an
• Muslim yang taat dan yang tidak taat

Sistematisnya, Untuk mengetahu jumlah tersebut pada zaman dulu adalah :

- Hijrah
Dizaman rasulullah Hizrah bukan hanya semata menghindari intimidasi dan tekanan dari pihak Quraisy, akan tetapi hal ini juga dipergunakan untuk membangun dan menyusun kekuatan, dan juga dengan Hijrah ini dapat diketahui jumlah Orang yang mengikuti seruan Rasulullah dan dapat diketahui mana saja diantara mereka yang ada Dzimah, dan yang Memusuhi. dan dengan demikian mereka telah terpisah. Dan dapat diketahui sudah mampukah kita melawan dengan senjata.

SM Kartosuwiryo pun memakai Politik Hijrah ini.

- Bai’at
Dengan adanya Bai’at maka kitapun bisa mengetahui Jumlah pendukung perjuangan kita, hal ini dilakukan oleh Rasulullah maupun oleh sebagian Harokah-harokah islamiyah dipenjuru dunia.

Untuk zaman sekarang ini kedua system tersebut tidak efektif untuk dipergunakan karena zaman sekarang adalah zaman HIZBY. Masing-masing Hizby ada yg memberlakukan Bai’at pun masing-masing Hizby ada yang memberlakukan Hijrah sehingga jumlah mereka masih terpecah dan hasil kuota perhitungan pun masih terpecah, belum lagi Masing-masing Hizby merasa benar dengan Hizbynya dan sulit untuk dipersatukan.

Hizby adalah salah satu penyebab terpecahnya umat, diantaranya ada yang bergerak dibidang dakwah dan ada pula yang masuk ke Politik, karena perpecahan inilah yang menyebabkan kemunduran islam. Terlebih mereka yang ikut dalam dunia politik Demokrasi. Hizby ini menyebabkan setidaknya mereka menganut salah satu paham dibawah ini :

- PLURALISME hal ini disebabkan beberapa kepentingan Partai
- ASHOBIYAH

Hyzbi Lebih bergantung kepada KUANTITAS untuk kemenangan dibandingkan Kualitas.

2. Apabila Para umara Hizbi bersatu dalam satu ikatan Qur’an dan Sunnah.

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
–As Shaf (61) : 1

Dari ayat ini diperintahkan kita dalamberperang itu dalam satu shaf yang rapi maka akan kokoh dia dan allah akan memenangkannya. Perlu kerja keras untuk mempersatukan semua Hizby yang ada , utamanya Umaro mereka hendaklah Bermusyawarah dan meninggalkan Kepentingan Hizby musyawarah di kembalikan kepada Hukum allah dan merupakan jalan terbaik bagi umat dan Hasil musyawarah itu diakui oleh seluruh Umat dari hizby manapun. Maka angkatlah Amirul Mukminiin. Semua itu dalam Rangka menjaga Tali Allah Dan menjaga Tali Silaturahim.

a. Jihad adalah bagian dari Aqidah

Dari ayat diatas pun kita dapat mengambil pelajaran bahwa Jihad itu kunci kemenangan, Yaa akhii klu allah auka akan usaha kita maka kita tidakmungkin akan dikalahkan oleh siapa atau apapun. Ada banyak ayat mengenai wajibnya Perang fii Sabiilillah (JIHAD) Memengalah Jihad bukan hanya dengan mengangkat senjata akan tetapi itulah bagian aqidah kunci kemenangan. Mengenai Jihad Bisa dengan perang, seperti ayat diatas. Pun bisa juga Jihad dalam menegakan Ayat-ayat Allah -Al Furqaan (25) : 51-52- semua itu tergantung Situasi dan kondisi. (Lebih lengkap baca bab Li’an dan Jihad Nailul Author Al imam as syaukani) mengenai Wajibnya Jihad ini Tidak bisa diganggu gugat dan harus diajarkan kepada Umat Agar terhindar dari Wahn dan dalam rangka I’dad.

b. Fiqih Bagian dari Tarbiyah.

Fiqih adalah memiliki peranan terpenting dalam Tarbiyah, karena tidak sedikit kelompok yang lebih menitik beratkan kepada Jihad untuk menegakan daulah Islamiyah dan mengenyampingkan masalah fiqh, padahal bagaimana jadinya kalu Daulah belum tegak sedang umat dibiarkan dalam kesesatan, bagaimana kalau orang tersebut meninggal dunia sedangkan daulah islamiyah belum tegak, dan dia sendiri mati dalam keadaan tidak tahu bagaimana menjalankan agamanya diakibatkan para pemimpin mereka menyembunyikan kebenaran.

3. Di Bai’atnya seorang Imam (Mahdi), dan banyaknya peperangan yang dimenangkan olehnya.


Kesimpulan saya

Tanda-tanda kemenangan itu kan muncul dari beberapa hal berikut :

1. Apabila Jumlah kaum Muslimiin yang berkualitas sudah mencapai 1 : 9
2. Apabila Para umara Hizbi bersatu dalam satu ikatan Qur’an dan Sunnah.
3. Di Bai’atnya seorang Imam (Mahdi), dan banyaknya peperangan yang dimenangkan olehnya.

Jumat, 24 Juli 2009

PASCA BOM MARIOT DAN RITZ CARLTON

















PASCA BOM MARIOT DAN RITZ CARLTON

Apakah anda semakin ngeri dan sangsi akan ISLAM ?
Apakah anda menjadi takut ketika akan mendakwahkan Syari’at ISLAM ?

Sedikitnya ada dua dampak besar dari pasca pengeboman hotel J.W Mariot dan hotel Ritz Carlton yaitu : 1. membuart umat yang awam phobia akan makna Jihad dan phobia terhadap apapun bentuk usaha Dakwah untuk penegakan Syari’at Islam. 2. Membuat Para Da’i khawatir dan engan ketika akan mendakwahkan Islam khususnya bab Jihad dan Penegakan Syari’at Islam.

Bagi orang awam dan umat manusia yang tidak mengenal ilmu dan orang non muslim mungkin akan ketakutan dan berprasangka buruk terhadap orang yang berjanggut lebat bergamis, terlebih lagi terhadap orang-orang yang mendakwahkan Jihad dan mendakwahkan untuk ditegakan Syari’at Islam, dengan hanya catatan seperti diatas saja mereka di cap sebagai Teroris.

Dengan adanya Teror bom di Hotel Mariot dan di Ritz carlton pada tanggal 17 Juli 2009 mengharuskan umat islam seluruhnya waspada terhadap pergerakan politik orang-orang anti islam (Anti syari’at Islam) dikarenakan seperti halnya kasus pengeboman yang sudah lalu adalah bertujuan untuk membuat kambing hitam atas nama Islam. Membuat citra islam buruk dan rusak dimata public adalah salah satu maksud dari di proklamirkannya isu terorisme ini.

Para pelaku Teror bom ini sangatlah pantas dikecam oleh seluruh dunia, akan tetapi dapat kita cermati dan mengambil pelajaran dari latar belakang NII Al – Zaytun maka tidaklah mustahil kelompok pembuat terror ini adalah salah satu bidak catur dari para musuh islam untuk semakin menguatkan opini public mengenai adanya kelompok teroris dan dengan tujuan menjauhkan umat dari hakikat tauhid yang sepenuhnya yaitu menegakan syari’at Islam secara Kaffah. Juga dapat kita cermati dari tata cara mereka melakukan terror pun adalah diluar dari perbuatan seorang muslim dan terlihat jelas ereka tidak mengetahui mengenai adab-adab dalam berjihad dan adab dalam berperang.

Adapun dari setiap aksi tentu saja memiliki maksud. Dan kita harus WASPADA pasca pengeboman ini. Seperti kasus WTC maka hanya untuk mencari satu orang osama satu Negara dihancurkan yang hingga sekarang bumi afganistan dijajah hanya karena isu terorisme ini. Pun iraq yang di bohongkan dengan Senjata Pemusnah Masal diluluh lantakan yang padahal Senjata-senjata tersebut tidak pernah ditemukan. Pada terror sebelumnya tahun 2003 pun banyak ulama yang sama sekali tidak terikat dengan jaringan yang mereka sebutkan, ditangkapi! bahkan lebih ngeri lagi hanya dengan isu dukun santet maka banyak ustad dan kiyai yang di tangkap dan dibunuh. Oleh karena itu saudara-saudaraku maka kita harus WASPADA pasca pengeboman ini, mungkin undang-undang subversive versi baru akan di sepakati dan dijadkan sebagai alasan untuk membungkam para ulama dari dakwah yang Haq. Pun mungkin akan banyak ulama atau ustadz yang benar-benar memperjuangkan haq tersebut ditangkap dan dibunuh. Wallahu A’alam. Kita berlindung kepada allah semoga makar mereka allah balas dengan adzab yang pedih dan kita dimenangkan sebagaimana janji Nya.

Bagaimana seharusnya berbuat ?

Utswah dari Nabiyullah Ibrahim As. Dalam surat All Anaam (6) Ayat 79-83

Adalah berlepas diri dari perbuatan syirik dan ahli syirik tersebut. Menentang mereka dan terus berdakwah menjauhkan umat dari kesyirikan meskipun akan ditimpakan kepada kita oleh orang-orang jahil tersebut Intimidasi, siksaan, bahkan mungkin dibunuh. “Seandainya siksaan itu datang atau diriku ini dibunuhnya maka sesungguhnya itu tidaklah terlepas dari Takdir atau Qada dan Qadarnya Allah SWT” “maka mengapakah aku harus takut” terhadap hal tersebut yang suatu hal tersebut datangnya dari Tuhanku Raab semesta alam yang jiwaku ada ditangannya.


79Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah Termasuk orang-orang yang mempersekutukan tuhan.
80. dan Dia dibantah oleh kaumnya. Dia (Ibrahim) berkata: "Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, Padahal Sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku". dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka Apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?"
81. bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), Padahal kamu tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukanNya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?
82. orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
83. dan Itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui.

Utswah lain Nya adalah dari Ashabul Kahfi. Merekapun berlepas diri dari kesyirikan dan dari para pelaku syirik dan mereka allah tinggikan derajat mereka sehingga kisah mereka tertera didalamal qur’an.

Demikianlah Ikhwan fi sabiilillah diatas adalah Utswah dari orang-orang yang mentauhidkan allah dengan benar-benar memurnikan ketaatan dalam beribadah kepada Nya. Dan allah tinggikan derajat mereka orang-orang yang beriman, para anbiya, nabi Ibrahim dan keturunannya hingga nabi Muhammad saw.

Berantas Kesyirikan, tunduk atas perintah allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya atas syari’at dan Dien.

Berjihad adalah meninggikan ayat-ayat allah untuk ditaati dan ditegakan agar manusia mentauhidkan allah.

Senin, 20 Juli 2009

Sayurhaseum Bukan Teroris

Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris
Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris Sayurhaseum Bukan Teroris