Kamis, 30 Juli 2009

Kapankah Islam kan jaya/berkuasa dimuka bumi















Kapankah Islam kan jaya/berkuasa dimuka bumi sebagimana yang telah Allah janjikan Didalam surat An Nur (24) : 55

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Cirri-ciri dari mereka yang akan dimenengkan oleh Allah adalah :

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui Al Maidah (5) : 54

“Para Penegak Kebenaran Ini Akan Terus Allah sebarkan dimuka bumi hingga Akhir Zaman.”

Itulah cirri-ciri mereka, akan tetapi kalau ditanya Kapan ! maka hal ini perlu pembahasan yang rumit dan sangat susah dijawab mengenai kapannya karena hal ini adalah suatu bahasan mengenai Qudrat allah sebagi penentu dan sama sekali tidak bisa kita prediksikan kapankah datangnya waktu itu.

Namun demikian kita bisa melihat tanda-tanda kemenangan itu kan muncul dari beberapa hal berikut :

1. Apabila Jumlah kaum Muslimiin yang berkualitas sudah mencapai 1 : 9

Hai Nabi, Kobarkanlah semangat Para mukmin untuk berperang. jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti[623]. -Al Anfaal (8) : 65-


• Pada peperangan Badar, Jumlah kaum muslimin pada waktu itu lebih sedikit dibandingkan jumlah kaum kafir Quraisy. Akan tetapi dikarenakan kwalitas keimanan mereka sangat baik maka Allah menangkan mereka “Mereka lebih memilih berperang menghadapi musuh mengorbankan nyawa di Badr dibandingkan Harta, yaitu merempas pasukan Abu sufyan yang membawa barang dagangan.

• Pada Peperangan Hunain, Jumlah Kaum Muslimiin pada waktu itu lebih banyak akan tetapi Pada pertempuran pertama, mereka dikalahkan musuh akan tetapi berhasil menang setelah kaum muslimin merapatkan lagi barisan meskipun jumlah mereka sedikit. At taubah (9) : 25)

• Pada perang Uhud, Kaum muslimin dikalahkan musuh dikarenakan ketidak taatan kepada perintah Rasulullah Saw.

Cukuplah dari ketiga contoh tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa kemenangan islam itu bisa diperoleh meskipun jumlah mereka sedikit. Dan tidak tergantung kepada kuantitas. 1 orang mukmin yang berkualitas mampu mengalahkan 10 atau 9 orang kafir dalam peperangan.

Kuantitas mukmin yang berkualitas saat ini belum mencapai 1:9, Hal ini bisa kita riset, dari :

• Solat Berjamaah
• Orang yang Paham Al qur’an
• Muslim yang taat dan yang tidak taat

Sistematisnya, Untuk mengetahu jumlah tersebut pada zaman dulu adalah :

- Hijrah
Dizaman rasulullah Hizrah bukan hanya semata menghindari intimidasi dan tekanan dari pihak Quraisy, akan tetapi hal ini juga dipergunakan untuk membangun dan menyusun kekuatan, dan juga dengan Hijrah ini dapat diketahui jumlah Orang yang mengikuti seruan Rasulullah dan dapat diketahui mana saja diantara mereka yang ada Dzimah, dan yang Memusuhi. dan dengan demikian mereka telah terpisah. Dan dapat diketahui sudah mampukah kita melawan dengan senjata.

SM Kartosuwiryo pun memakai Politik Hijrah ini.

- Bai’at
Dengan adanya Bai’at maka kitapun bisa mengetahui Jumlah pendukung perjuangan kita, hal ini dilakukan oleh Rasulullah maupun oleh sebagian Harokah-harokah islamiyah dipenjuru dunia.

Untuk zaman sekarang ini kedua system tersebut tidak efektif untuk dipergunakan karena zaman sekarang adalah zaman HIZBY. Masing-masing Hizby ada yg memberlakukan Bai’at pun masing-masing Hizby ada yang memberlakukan Hijrah sehingga jumlah mereka masih terpecah dan hasil kuota perhitungan pun masih terpecah, belum lagi Masing-masing Hizby merasa benar dengan Hizbynya dan sulit untuk dipersatukan.

Hizby adalah salah satu penyebab terpecahnya umat, diantaranya ada yang bergerak dibidang dakwah dan ada pula yang masuk ke Politik, karena perpecahan inilah yang menyebabkan kemunduran islam. Terlebih mereka yang ikut dalam dunia politik Demokrasi. Hizby ini menyebabkan setidaknya mereka menganut salah satu paham dibawah ini :

- PLURALISME hal ini disebabkan beberapa kepentingan Partai
- ASHOBIYAH

Hyzbi Lebih bergantung kepada KUANTITAS untuk kemenangan dibandingkan Kualitas.

2. Apabila Para umara Hizbi bersatu dalam satu ikatan Qur’an dan Sunnah.

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
–As Shaf (61) : 1

Dari ayat ini diperintahkan kita dalamberperang itu dalam satu shaf yang rapi maka akan kokoh dia dan allah akan memenangkannya. Perlu kerja keras untuk mempersatukan semua Hizby yang ada , utamanya Umaro mereka hendaklah Bermusyawarah dan meninggalkan Kepentingan Hizby musyawarah di kembalikan kepada Hukum allah dan merupakan jalan terbaik bagi umat dan Hasil musyawarah itu diakui oleh seluruh Umat dari hizby manapun. Maka angkatlah Amirul Mukminiin. Semua itu dalam Rangka menjaga Tali Allah Dan menjaga Tali Silaturahim.

a. Jihad adalah bagian dari Aqidah

Dari ayat diatas pun kita dapat mengambil pelajaran bahwa Jihad itu kunci kemenangan, Yaa akhii klu allah auka akan usaha kita maka kita tidakmungkin akan dikalahkan oleh siapa atau apapun. Ada banyak ayat mengenai wajibnya Perang fii Sabiilillah (JIHAD) Memengalah Jihad bukan hanya dengan mengangkat senjata akan tetapi itulah bagian aqidah kunci kemenangan. Mengenai Jihad Bisa dengan perang, seperti ayat diatas. Pun bisa juga Jihad dalam menegakan Ayat-ayat Allah -Al Furqaan (25) : 51-52- semua itu tergantung Situasi dan kondisi. (Lebih lengkap baca bab Li’an dan Jihad Nailul Author Al imam as syaukani) mengenai Wajibnya Jihad ini Tidak bisa diganggu gugat dan harus diajarkan kepada Umat Agar terhindar dari Wahn dan dalam rangka I’dad.

b. Fiqih Bagian dari Tarbiyah.

Fiqih adalah memiliki peranan terpenting dalam Tarbiyah, karena tidak sedikit kelompok yang lebih menitik beratkan kepada Jihad untuk menegakan daulah Islamiyah dan mengenyampingkan masalah fiqh, padahal bagaimana jadinya kalu Daulah belum tegak sedang umat dibiarkan dalam kesesatan, bagaimana kalau orang tersebut meninggal dunia sedangkan daulah islamiyah belum tegak, dan dia sendiri mati dalam keadaan tidak tahu bagaimana menjalankan agamanya diakibatkan para pemimpin mereka menyembunyikan kebenaran.

3. Di Bai’atnya seorang Imam (Mahdi), dan banyaknya peperangan yang dimenangkan olehnya.


Kesimpulan saya

Tanda-tanda kemenangan itu kan muncul dari beberapa hal berikut :

1. Apabila Jumlah kaum Muslimiin yang berkualitas sudah mencapai 1 : 9
2. Apabila Para umara Hizbi bersatu dalam satu ikatan Qur’an dan Sunnah.
3. Di Bai’atnya seorang Imam (Mahdi), dan banyaknya peperangan yang dimenangkan olehnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar