Senin, 10 Mei 2021

 

DIENUL ISLAM

• Dien berarti kekuasaan dan pemaksaan

فَلَوْلا إِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ

Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh ALLAH)? Q.S. Al Waqi’ah (56): 86

Di ayat ini, dien diartikan sebagai kekuasaan. (Madienin = yang dikuasai)

 

• Dien berarti aturan / Undang – undang

فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِمْ قَبْلَ وِعَاءِ أَخِيهِ ثُمَّ اسْتَخْرَجَهَا مِنْ وِعَاءِ أَخِيهِ كَذَلِكَ كِدْنَا لِيُوسُفَ مَا كَانَ لِيَأْخُذَ أَخَاهُ فِي دِينِ الْمَلِكِ إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ

Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang Raja, kecuali ALLAH menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang Maha mengetahui. Yusuf (12) : 76

Di ayat ini, dien diartikan sebagai undang-undang / aturan.

 

• Dien berarti ketundukan / Ketaatan

 

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah ALLAH dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus. Al Bayyinah (98) : 5

 

• Dien berarti pembalasan/pertanggung-jawaban

إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَصَادِقٌ .وَإِنَّ الدِّينَ لَوَاقِعٌ

Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar. dan Sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi. Adz Dzariyat (51) : 5-6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar