
DILEMA “ SIAPAKAH YANG KAU TUDUH KHAWARIJ ”
Kenalilah saudaramu, wahai orang-orang yang bertaqwa!
1. Apakah Imam Kartosuwiryo berfaham khawarij
2. Mengingatkan Pemerintah yang dzalim, atau menginggatkan ummat atas kedzaliman
pemimpinnya. Apakah perbuatan ini termasuk khawarij ?
3. Berlepas diri (Al Wara dan Al Bara)
4. Antara Pedang dan Qur’an
5. Dimanakah kau berpihak saat kedua pasukan telah berhadapan
Dilema tentang Khawarij ini menimbulkan dampak yang amat terhadap umat, bukan hanya dikarenakan perbedaan Hizby akan tetapi secara global menjadikan umat saling curiga antar sesama yang padahal hanya berada diatas kesalah pahaman khususnya kaum muslimin yang berada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia setidaknya apabila mendengar tentang Jihad, Qital, Syari’at atau qishas. Maka dengan serta merta dituduhkan kepada teroris, atau minimalnya dituduhkan sebagai agama pemberontak yang dinisbatkan kepada imam kartosuwiryo Mereka berpaling dan khawatir seolah-olah apa yang mereka dengar adalah bukan firman allah. Wahai saudaraku sesungguhnya apabila kita membicarakan tentang dien maka rujukannya adalah qur’an dan sunnah rasulullah. Sesungguhnya apabila seorang mukmin dihadapkan dengan keduannya maka hanyalah ketundukan dan kepatuhan dan tidak ada keputusan lain setelahnya. Berbeda dengan politik yang mana bila dalam suatu pertemuan ia seolah tunduk terhadap qur’an dan sunnah akan tetapi menikam dari belakang. Wahai saudaraku saat ini kita dituntut untuk berani didalam kebenaran dan bukan bersembunyi dibalik kekhawatiran. Saudaraku ! pembicaraan ini bukan untuk menggantikan Garuda dengan Onta atau mengubah Nama Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi Negara Islam Indonesia akan tetapi hanya semata hendak mengembalikah Khitah semula orang-orang mukmin baik dia seorang tukang duren ataupun dia seorang presiden, maka! Tunduklah terhadap apa-apa yang telah allah putuskan yaitu berupa syari’at-syari’atnya.
Saat kita perhatikan beberapa kelompok sempalan didalam islam yang mana diantara mereka telah jelas dan nampak bahwa mereka adalah khawarij, seperti NII Al Zaitun KW9, Lemkari, LDII, yang diantara mereka adalah menghalalkan darah dan harta orang-orang yang diluar kelompok/golongannya, mereka menipu, merampok, mencuri bahkan berbagai cara mereka halalkan dalam rangka merampas harta yang semata-mata mereka anggap halal dikarenakan keyakinannya, akan tetapi, adanya kelompok-kelompok tersebut tidak bisa kita samaratakan bahwa setiap kelompok yang berusaha menegakan syari’at islam adalah Khawarij. Hal ini harus kita kupas tuntas dan hendaknya dipahamkan terhadap umat ini agar mana disuatu saatnya nanti apabila kedua kubu telah saling berhadapan maka orang-orang yang mengaku mukmin tidak salah dalam mengambil posisinya. Ana Khawatir Pagar Betis akan terulang lagi hanya dikarenakan ketidak pahaman umat akan ilmu akibat dijerumuskannya mereka oleh ulama-ulama syu (Jahat). Ketahuilah Wahai Saudaraku apabila tidak ada ulama Jahat yang menyeru kepada Thagut dan Menjauhkan umat dari perjuangan maka sesungguhnya Pagar Betis itu tidak akan pernah ada.
1. Apakah Imam Kartosuwiryo berfaham Khawarij ?
Adalah bukan kudeta !. Apa yang telah menjadi Ijtihad (keputusan) beliau pada waktu itu adalah semata-mata untuk menyelamatkan bangsa dan perjuangan Rakyat Indonesia seluruhnya, oleh karena pada waktu itu Indonesia sudah tidak mempunyai kedaulatan sebagaimana yang telah dicita-citakan para pejuang yang telah menumpahkan darahnya demi pertiwi. Presiden Soekarnao telah menanda tangani Linggar jati yang menyebabkan Indonesia menjadi RIS yaitu Republik Indonesia yang merupakan Serikat dari Belanda atau Negara persemakmuran dengan kata lain sebagai Negara Jajahan Belanda yang harus membayar Upeti pun meskipun demikian belanda tetap melanggar perjanjian dan melancarkan serangan kembali. Bahkan sesungguhnya dengan adanya Agresi Militer Belanda I dan II Indonesia sudah tidak mempunyai daerah kedaulatan bahkan bung karno dan Bung Hatta telah ditangkap dipenjarakan dan di asingkan.
alangkah bodohnya) Negara yang sudah menang perang, baik tutorial bahkan kepala Negara ada ditangan. mereka melepaskan kembali kemenangannya ! Ada apa, dan Kenapa belanda merelakannya ?
Berikut adalah beberapa mengenai kronologis linggar jati dan AMB :
Linggar jati
Hasil perundingan ini ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan diratifikasi kedua negara pada 25 Maret 1947.
Hasil perundingan terdiri dari 17 pasal yang antara lain berisi:
1.Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa,
Sumatera dan Madura.
2.Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1946.
3.Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS.
4.Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth /Persemakmuran
Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda debagai kepala uni.
Belanda tidak puas hanya dengan Linggar Jati saja.
AMB I
dari 21 Juli 1947 sampai 5 Agustus 1947
Ibukota Negara Jatuh dan berpindah ke Jogjakarta
AMB II
terjadi pada 19 Desember 1948 yang diawali dengan serangan terhadap Yogyakarta, ibu kota Indonesia saat itu, serta penangkapan Soekarno, Mohammad Hatta, Sjahrir dan beberapa tokoh lainnya.
pada 1948 Pemerintah RI menandatangani Perjanjian Renville yang mengharuskan RI mengosongkan wilayah Jawa Barat dan pindah ke Jawa Tengah
Sebagaimana kita ketahui, sebelumnya Imam Karto suwiryo adalah salah satu anak bangsa satu pendidikan dengan soekarno mereka berdua sama-sama berjuang demi terciptannya kemerdekaan yang hakiki di NKRI ini, akan tetapi berbeda tolok ukur yang menyebabkan Imam karto suwiryo lebih memilih Al Qur’an sebagai pedomannya dibanding Soekarno yang lebih memilih asas Nasionalis(Pancasila dan UUD 45). Maka pantaslah Imam Karto Suwiryo mendeklarasikan pergerakannya dengan nama Negara Islam Indonesia.
Berbeda dengan RIS yang hanya mempunyai kedaulatan di Djokjakarta maka NII memiliki izin dan dukungan perjuangan seperti dari Jend Sudirman, bahkan Kahar Mudzakar pun ikut bergerilya mendukung pergerakan imam karto suwiryo di Sulawesi. Jadi bukan hanya saja tanah sunda akan tetapi madura sulawesi dan bahkan sumatera pun telah di deklarasikan sebagai daerah bagian dari NII dalam rangka menumpas penjajahan.
Belanda dan Negara International lebih takut dan khawatir apabila NKRI jatuh ke tangan NII maka dari itu Belanda rela untuk melepaskan kemenangan dari agresinya.
Situasi politik pada waktu itu sungguh heroik, bahkan dikenal adanya DI/TII merah (Palsu) yang menghancurkan nama baik perjuangan, mereka merampok memperkosa dan mempbunuh rakyat tak berdosa.
Amat jelaslah situasi pada waktu itu berbeda dengan apa yang terjadi pada Khalifah Utsman Ra atau semasa kekhalifahan Ali Ra. Dan dengan kata lain Imam Karto suwiryo tidaklah berfaham Khawarij. Dan amatlah jauh dengan beberapa kelompok yang mengaku sebagai penerus perjuangannya.
DISAAT MEREKA MENYERAH UNTUK MENINGGALKAN JAWA BARAT UNTUK MENTAATI RENVILE HANYA DIA YANG TINGGAL BESERTA PARA PEJUANG YANG SETIA. UNTUK MELAWAN BELANDA DENGAN RENVILE NYA. ALLAHU AKBAR….!!!!!!!!!
Satu lagi bukti bahwa Imam Kartosuwiryo tidak berfaham khawarij adalah dapat kita lihat bahwa pasukannya menghentikan perlawanan ketika dihadapkan dengan rakyat (Pagar Betis) padahal kalaulah memang berfaham khawarij maka sangatlah mudah untuk mendapatkan kemenangan dengan membunuh rakyat yang tak bersenjata, bahkan kalau sekirannya hanya dilempari dengan batu saja dari atas bukit maka pasukan kartosuwiryo dapat bertahan bahkan bisa memenangkan peperangan. Akan tetapi yang dicita-citakan dan inti dari perjuangan adalah bukan hendak mengotori tangan dengan darah orang-orang yang tak mengerti. Bahkan sebenarnya mereka dan hak-hak merekalah (Rakyat) yang hendak diperjuangkan. Sayang sungguh sayang rakyat telah terhasut dan tenggelam didalam fitnah dan ketidak tahuan.
2. Mengingatkan pemerintah yang dzalim atas kedzalimannya atau mengingatkan umat atas kedzaliman pemimpinya ! “Apakah perbuatan tersebut disebut Khawarij?”
Dakwah adalah jalannya para nabi dan rasul dan kewajiban dakwah ini adalah dibebankan kepada setiap insan yang memiliki ilmu yang dihadapkan dengan kemaksiatan dan keingkaran. Maka, sesungguhnya telah datanglah kewajiban padanya untuk berdakwah, ta’muruu na bil ma’ruf wa tanha anil fahsya’i wal munkar. Tidak ada batasan kepada siapa mesti kita dakwahkan ayat-ayat allah karena hokum allah yang berupa syari’at-Nya adalah ibarat pisau yang memiliki dua mata potong, baik keatas maupun kebawah baik itu bagi pemimpin maupun bagi yang dipimpin (rakyat). berbeda dengan hokum dunya yang hanya memiliki satu mata pisau saja, yang mana apabila rakyat jelata melakukan pelanggaran, maka hokum itu berlaku sedang bagi orang yang ber uang maka hokum itu berlalu.
Berdakwah terhadap pemimpin tentu saja ada cara-cara yang lebih baik daripada demo turun kejalan, karena cara tersebut mirip cara-caranya orang khawarij ketika di jaman kekhilafahan Utsman bin Afan ra. (Al Bidayah)
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. An-Nahl (16) : 125
Bil Hikmah disini adalah dengan haq (Qur’an dan sunnah) dan sudah pasti ketika kita berdakwah, baik itu kepada pemimpin maupun kepada warga biasa, maka pro dan kontra pasti ada, dan aksi dari interaksi-nya pun bermacam-macam, tinggal kita sebagai pendakwah harus siap menerima konsekwensi baik itu dihina, diasingkan, dipenjarakan, disiksa bahkan ada yang terbunuh.
Maka apabila hal tersebut itu berlaku pada kita, (Sang pemimpin tetap pada jalan sesatnya dan lebih memilih Thogut) maka yang harus kita lakukan adalah tetap berada pada jalan dakwah yaitu apabila memang kesesatannya memang sangat dan mampu membuat rakyat banyak tersesat maka kewajiban kita adalah mengingatkan orang banyak tersebut atas kesesatannya.............!!!! dengan tujuan supaya orang banyak tidak disesatkan pemimpinnya tertipu dengan tipu muslihatnya dan tidak terpedaya oleh bujuk rayunya.
Mengingatkan rakyat atas kesesatan pemimpinya, apakah disebut khawarij? Mengingat mereka telah memilih thagut sebagai andad (sekutu) bagi hokum-hukum (syari’at) yang telah ditetapkan.
Wahai saudaraku zaman para Raja berbeda dengan zaman Khalifah, dan kedudukan diantara mereka amat jelas berbeda. !
Ana heran kepada sebahagian kelompok dari umat ini yang tidak mengakui Demokrasi, akan tetapi mengakui kepemimpinan mereka sebagai pemimpin terpilih bahkan membela mereka para pemimpin yang tidak amanah tersebut dengan menjauhi bahkan menjaukan umat dari saudaranya yang benar-benar berdakwah dari apa yang tidak sanggup mereka lakukan. Sesungguhnya siapakah yang lebih berhak untuk mendapatkan hak silaturahim bagi orang-orang yang bertaqwa ? jalinlah ukhuwah dengan mereka para pembela bendera allah sebelum engkau menjalin ukhuwah dengan para pembela bendera thogut.
Terlebih heran lagi adalah dengan orang-orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallahu, akan tetapi mengakui Demokrasi yang berarti kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara). Maliki yaumiddin kita baca setiap kita salat akan tetapi kenapa demokrasi kita jadikan aqidah pula. Inilah diantaranya contoh keimanan manusia sebagimana yang disebutkan dalam al qur’an al baqarah ayat 165. majlis syuraa yang dibentuk umar sangat berbeda dengan proses demokrasi maka pikirkanlah dengan iman dan taqwa dan takutlah akan dipertanggung jawabkannya dihadapan allah atas apa yang kau ucapkan, ingatlah saudaraku, saya telah menyampaikan hal ini.
Apakah Mendakwahi disebut juga Memerangi?
Ketahuilah memerangi kemungkaran itu adalah wajib. Bimastatho’tum!
3. Berlepas diri (Al Wala dan Bara)
tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. Al Baqarah (2) : 256
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut, Padahal mereka telah diperintah mengingkari Thaghut itu. dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. An Nisaa (4) : 60
dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). An Nahal (16) : 36
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: ”Thoghut adalah segala sesuatu yang dilampaui batasnya oleh seorang hamba baik yang diibadati atau ditaati. Thaghut setiap kaum adalah orang yang mana mereka berhukum kepada selain Allah dan RasulNya, atau mereka mengibadatinya selain Allah atau mereka mengikutinya tanpa bashirah (penerang) dari Allah atau mereka mentaati dalam apa yang tida mereka ketahui bahwa itu adalah ketaatan kepada Allah. Inilah Thoghut thoghut dunia, bila engkau mengamatinya dan mengamati keadaan keadaan manusia bersamanya maka engkau melihat mayoritas mereka berpaling dari menyembah Allah kepada menyembah Thaghut dan dari berhakim kepada Allah dan Rasulnya kepada berhakim kepada thaghut serta dari mentaati Alloh serta mengikuti RosulNya menjadi mentaati thoghut serta mengikutinya”. (I’lamu Al Muwaqqi’in, I / 50).
Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab berkata: ”Thoghut itu luas : setiap yang diibadati selain Allah dan dia ridha dengan peribadatan itu baik yang diibadati atau diikuti atau ditaati bukan ada ketaatan terhadap Allah dan RasulNya maka ia adalah thoghut. Dan thoghut itu banyak sedangkan pimpinan mereka ada lima yaitu :
Pertama: Syaitan, yang mengajak beribadah kepada selain Alloh. Dalilnya adalah firman Alloh Ta’ala :
“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu. (QS. Yasin : 60)
Kedua: Penguasa yang aniaya, yang merubah ketentuanketentuan Alloh ta’a'a, dalilnya adalah firman Alloh ta’ala :
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauhjauhnya.(QS. An Nisa’: 60)
Ketiga: Yang memutuskan perkara (hukum) dengan selain apa yang telah Alloh turunkan, dalilnya adalah firman Alloh ta’ala :
“Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Alloh, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS. Al Maaidah: 44)
Keempat: Yang mengaku mengetahui hal-hal yang ghoib, dalilnya adalah firman Alloh Ta’ala :
“(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rosul yang diridhaiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. (QS. Al Jin : 2627)
Dan Alloh ta’ala berfirman :
“Dan pada sisi Allohlah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan,tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Al An’am : 59)
Kelima: Yang diibadahi selain Alloh sedang ia ridha dengan peribadatan itu, dalilnya adalah firman Alloh ta’ala :
“Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan: “Sesungguhnya aku adalah tuhan selain daripada Alloh”, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orangorang zalim. (QS. Al Anbiya’ : 29)
Dinukil dari risalah Makna atThoghut Wa Ruus Anwa’ihi tulisan Muhammad bin ‘Abdul Wahhab yang terdapat dalam kitab Majmu’ah At Tauhid terbitan Maktabah Ar Riyadh Al Haditsah halaman 260.
Syaikh Sulaiman ibnu Sahman An Najdiy berkata: ”Thoghut itu ada tiga macam yaitu Thoghut hukum, Thoghut ibadah serta Thoghut tha’at dan mutaba’ah (ketaatan dan keteladanan).” (Ad Duror As Suniyyah, juz 8 hal 272)
Dan saya bisa ringkas dari uraian yang lalu serta saya katakan : “sesungguhnya ucapan yang paling mencakup tentang makna Thoghut adalah ucapan orang yang mengatakan bahwa thoghut adalah setiap yang diibadahi selain Allah dan ini adalah perkataan Imam Malik dan ucapan orang yang mengatakan bahwa thoghut itulah Syaithan dan ini adalah ucapan jumhur shahabat dan tabi’in. Sedangkan selain dari dua pendapat ini adalah cabang dari keduanya. Dan kedua pendapat ini kembali kepada satu inti yang memiliki dhahir dan hakikat. Orang yang melihat kepada dhahir maka ia berkata : Thoghut adalah setiap yang diibadati selain Allah. Dan orang yang melihat kepada hakikat akan mengatakan : Thoghut adalah syaithan, alasannya adalah dikarenakan syaithanlah yang mengajak kepada peribadatan selain Allah, sebagaimana ialah yang mengajak kepada setiap kekafiran. Allah Ta’ala berfirman :
“Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orangorang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma`siat dengan sungguhsungguh? (QS. Maryam : 83)
Syaithan itu adalah thoghut yang paling besar, dimana setiap orang yang menyembah berhala berupa batu atau pohon atau manusia maka sebenarnya ia itu hanyalah menyembah syaithan. Dan setiap orang yang berhakim kepada manusia atau undang-undang atau UUD selain Allah maka ia sebenarnya hanyalah berhakim kepada Syaithan dan inilah makna berhakim kepada thaghut.
“ORANG-ORANG YANG BERLEPAS DIRI DARI THAGHUT DAN MENDAKWAHKAN UMAT AGAR MENJAUHI THAGUT BUKANLAH KHAWARIJ”
Hai orang-orang yang bertaqwa kenalilah saudaramu !
4. Antara pedang dan Qur’an
Ketika ummat ini berada dalam satu kesatuan maka pedang dan qur’an ini tidak terpisahkan, maksudnya adalah tidak ada pemisahan antara Islam Jalur Keras dan Islam yang tidak keras. Disinilah terlihat kerapuhan kesatuan dan rusaknya dakwah yang bisa menyebabkan ummat ini terpecah dan berada didalam kebimbangan seperti kapal di tengah lautan yang terombang-ambing gelombang. Maka sekiranya umat ini berada dalam satu kesatuan, satu kepemimpinan One Man One Comand. Maka sub-sub ini diperlukan demi kemajuan dakwah, yaitu disatu pihak bergerak dibidang aqidah dengan tujuan meluruskan aqidah para pejuang agar benar-benar mendapatkan rahmat dan keberkahan ketika berjuang demi tercapainya syahid disisi allah. Pun di pihak lain terdapat bagian kelompok yang berada dijalur pedang, yang masih ada dalam perintah satu komando. Yang bertugas meluruskan aqidah umat ini dengan senjata atau kekerasan dikarenakan dalam suatu kondisi tertentu manusia tidak akan mau taat kepada hokum (syari’at) allah melainkan setelah mereka takut akan ancaman.
Yang terjadi saat ini adalah seolah pedang dan qur’an ini dipertentangkan, masing-masing kelompok mentahdzir bahkan masing-masing kelompok saling menghinakan dan mengejek mencap dengan sebutan yang buruk bahkan saling melaknat dengan neraka. Ini adalah satu bukti bahwa mereka tidak berjalan dalam satu kepemimpinan One Man One Comand. Kalaulah keadaanya demikian maka secara politik kekuatan islam masih lemah dengan rawannya pembuatan (pembentukan) hizby atau harokah yang diragukan mengenai aqidah dan, pergerakannya yang bisa menyebabkan binasanya umat yang tidak mengerti dan dangkal dalam ilmu berjuang.
5. Dimanakah Kau memihak ketika kedua pasukan telah berhadapan
orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. An Nisaa (4) : 76
Kenalilah saudaramu wahai orang-orang yang bertaqwa!
Ya Allah Persatukanlah Hati Kami………………………
Semoga kita dalam satu barisan ketika saat itu tiba………………..
Ya Allah Persatukanlah Hati Kami
Amien Yaa allah kabulkanlah do’a kami.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar